Nama : Chairunisa
NPM : 12514316
Kelas : 3PA13
- Pengertian Sumber Daya Manusia
Sumber daya
manusia adalah potensi manusiawi yang melekat keberadaannya pada seseorang yang
meliputi potensi fisik dan non – fisik . Sedangkan sumber daya manusia dalam
konteks organisasi publik dipahami sebagai potensi manusiawi yang melekat
keberadaannya pada seorang pegawai yang terdiri atas potensi fisik dan potensi
non – fisik.
Menurut Hadari
Nawawi ( 2000 ) yang dimaksud dengan sumber daya manusia meliputi 3 pengertian,
yaitu :
·
Manusia yanng bekerja
di lingkungan suatu organisasi, disebut
juga sebagai personel , tenaga kerja , pegawai atau karyawan
·
Potensi manusiawi sebagai
penggerak organisasi dalam mewujudkan eksistensinya.
·
Potensi yang merupakan aset
dan berfungsi sebagai modal ( non – financial ) di dalam organisasi bisnis yang
dapat mewujudkan menjadi potensi nyata secara fisik dan non – fisik dalam mewujudkan
eksistensi organisasi
Sumber daya
manusia merupakan faktor dominan, karena satu – satunya sumber daya yang
memiliki akal , perasaaan , keinginan , karsa , kebutuhan , pengetahuan , keterampilan
, motivasi , karya dan prestasi .
SDM yang
berkualitas mempunyai pengetahuan , ketrampilan, kompetensi , kewirausahaan,
kesehatan fisik, jiwa yang prima, bertalenta , mempunyai etos kerja dan
motivasi kerja tinggi yang dapat membuat organisasi berbeda antara sukses dan
kegagalan.
Dari berbagai
macam pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa SDM dapat disebut juga sebagai
pegawai , tenaga kerja yang mempunyai potensi baik secara fisik maupun pikiran
yang dapat membangun eksistensi dari perusahaan atau tempat dimana mereka
bekerja. SDM dapat berbentuk karya ataupun jasa tenaga .
- Aktifitas yang dilakukan oleh SDM
·
SDM sebagai perencana,
pelaku dan penentu tercapainya tujuan organisasi
·
SDM berperan dalam
merencanakan, melaksanankan dan mnegendalikan organisasi yang bersangkutan
·
SDM berproduksi
menghasilkan karya dan jasa yang menguntungkan perusahaan
- . Definisi kepemimpinan
Istilah kepemimpinan
( leadership ) adalah kata yang diambil dari kosakata yang umum dipakai
dan dimasukkan ke dalam kosakata teknis bidang ilmu tertentu tanpan
didefinisikan kembali secara tepat, karena itu kata ini memiliki konotasi yang
tidak relavan sehingga menciptakan makna yang ambigu ( Janda, 1990 )
Berikut beberapa
definisi kepemimpinan dari beberapa ahli selama 50 tahun terakhir
·
Perilaku individu tertentu
yang mengarahkan aktifitas grup untuk mencapai tujuan bersama ( Hemphill &
Coons , 1957, h. 7 )
·
Peningkatan pengaruh yang
melebihi kepatuhan mekanis terhadap perintah rutrin organisasi ( D. Katz &
Kahn , 1978 , h. 528 )
·
Kepemimpinan disadari ada
dalam proses ketika satu atau lebih individu berhasil membentuk dan menentukan
kehidupan orang lain ( Smircich & Morgan , 1982 , h. 258 )
·
Proses mempengaruhi aktivitas
grup yang terorganisir untuk mencapai tujuan ( Rauch & Behling 1984. h. 46
)
·
Proses memberikan tujuan (
arah yang berarti ) ataas usaha kolektif dan menyebabkan adanya usaha yang
dikeluarkan untuk mencapai tujuan ( Jacobs & Jaques, 1990, ,h.281 )
·
Proses untuk memahami apa
yang dilakukan orang secara bersama – sama, sehingga mereka memahami dan mau
melakukannya
·
Kemampuan individu tertentu
untuk memengaruhi , memotivasi dan membuatorang lain bisa bekontribusi demi
efektifitas dan keberhasilan organisasi ( House et, al., 1999, h. 184 )
Jadi dapat
disimpulkan bahwa kepemimpinan itu sifat yang dimiliki suatu individu untuk
mengarahkan suatu kelompok ataupun organisasi. Dengan adanya kepemimpinan ini
memudahkan suatu kelompok untuk mencapai visi dan misi mereka, karena adanya
pengarahan yang bisa diikuti. Kepemimpinan juga berkaitan dengan proses
seseirang dalam menekankan pengaruhnya yang kuat terhadap orang lain.
- . Manfaat kepemimpinan bagi SDM
Menurut saya,
kepemimpinan mempunyai andil dalam pengembangan sumber daya manusia. Kepemimpinan
yang baik juga disertai dengan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang
menunjang sehingga dapat membimbing
sumber daya manusia di suatu perusahaan untuk mencapai visi dan tujuan.
Kepemimpinan yang
baik juga dapat menjadi contoh bagi SDM untuk bersikap dan memutuskan pilihan.