WHAT EVER YOU DECIDE TO DO,MAKE SURE IT MAKES YOU HAPPY

Sunday, December 18, 2016

Tugas Softskill Psikologi Management "KEPEMIMPINAN"


PENGERTIAN KEPEMIMPINAN

DuBrin (2005:3) mengemukakan bahwa kepemimpinan itu adalah upaya mempengaruhi banyak orang melalui komunikasi untuk mencapai tujuan, cara mempengaruhi orang dengan petunjuk atau perintah, tindakan yang menyebabkan orang lain bertindak atau merespons dan menimbulkan perubahan positif, kekuatan dinamis penting yang memotivasi dan mengkoordinasikan organisasi dalam rangka mencapai tujuan, kemampuan untuk menciptakan rasa percaya diri dan dukungan diantara bawahan agar tujuan organisasional dapat tercapai.

Siagian (2002:62) mengemukakan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain (para bawahannya) sedemikian rupa sehingga orang lain itu mau melakukan kehendak pemimpin meskipun secara pribadi hal itu mungkin tidak disenanginya. Nimran (2004:64) mengemukakan bahwa kepemimpinan atau leadership adalah merupakan suatu proses mempengaruhi perilaku orang lain agar berperilaku seperti yang akan dikehendaki. Robbins (1996:39) mengemukakan bahwa kepemimpinan adalah sebagai kemampuan untuk memepengaruhi suatu kelompok kearah tercapainya tujuan

Mintzberg dalam Luthans (2002) dan Sutiadi (2003:4) mengemukakan bahwa peran kepemimpinan dalam organisasi adalah sebagai pengatur visi, motivator, penganalis, dan penguasaan pekerjaan. Yasin (2001:6) mengemukakan bahwa keberhasilan kegiatan usaha pengembangan organisasi, sebagian besar ditentukan oleh kualitas kepemimpinan atau pengelolanya dan komitmen pimpinan puncak organisasi untuk investasi energi yang diperlukan maupun usaha-usaha pribadi pimpinan

Anoraga et al. (1995) dalam Tika (2006:64) mengemukakan bahwa ada sembilan peranan kepemimpinan seorang dalam organisasi yaitu pemimpin sebagai perencana, pemimpin sebagai pembuat kebijakan, pemimpin sebagai ahli, pemimpin sebagai pelaksana, pemimpin sebagai pengendali, pemimpin sebagai pemberi hadiah atau hukuman, pemimpin sebagai teladan dan lambang atau simbol, pemimpin sebagai tempat menimpakan segala kesalahan, dan pemimpin sebagai pengganti peran anggota lain.


Berdasarkan pengertian dari beberapa tokoh diatas, dapat disimpulkan bahwa kepempinan merupakan suatu kemampuan yang mampu mengarahkan, memotivasi dan mengkoordinasikan seseorang ataupun kelompok untuk mencapai tujuan organisasi. Kualitas kepemimpinan berpengaruh besar terhadap kemajuan organisasi, tergantung kepada bagaimana cara dia mengarahkan dan menyatukan pendapat bawahannya. 

JENIS-JENIS KEPEMIMPINAN

Kepemimpinan menurut Mifta Thoha (2010:49) dapat dilihat berdasarkan gaya yang digunakan oleh pemimpin dalam bersikap dan bertindak. Gaya kepemimpinan merupakan norma perilaku yang digunakan oleh seseirang pada saat orang tersebut mencoba mempengaruhi perilaku orang lain untuk berperilaku sesuai dengan keinginan sang pemimpin. Adapun penjelasan dari masing-masing gaya kepemimpinan adalah sebagai berikut:
  •   Charismatic Leadership

Max Weber (dalam Yuki, 2010:261) menggambarkan sebagai sebuah bentuk kepemimpinan yang dibangun berdasarkan tradisi atau otoritas formal melainkan pada persepsi follower bahwa leader memiliki kualitas tertentu, kualitas yang dimaksud dapat nerupa kekuatan luarbiasa pada visinya, kepercayaan diri yang tinggi dan memiliki ekspektasi yang tinggi kepada para pengikutnya. Karisma seorang pemimpin akan muncul apabila terjadi suatu krisi sosial.
  •  Transforming/transformational Leadership

Teori gagasan dari McGregor Burns yang menyatakan bahwa transformational Leadership merupakan kepemimpinan yang menarik kepada nilai-nilai moral pegikutnya dalam upaya untuk meningkatkan kesadarajn mengenai isu-isu etik untuk memobilisasi energi serta sumber daya sehingga dapat digunakan untuk mereformasi institusi
  •  Transactional Leadership

Merupakan kepemimpinan yang memotivasi pengikitnya dengan menarik self-interest serta melibatkan proses pertukaran atau transaksi antara pemimpin dan pengikut. Terjadi ketika pemimpin dan pengikutnya berada di hubungan pertukaran untuk mempertemukan kebutuhan masing-masing, pertukarannya daat berupa ekonomi, politik, psikologi

TEORI X dan Y dari Douglas McGregor

Teori X dan Y adalah teori motivasi manusia diciptakan dan dikembangkan oleh Douglas McGregor di Sloan Scholl of Management MIT pada tahun 1960 yang telah digunakan dalam managemen sumber daya manusai, perilaku organisasi, komunjikasi organisasi dan pengembangan organisasi.
Teori perilaku adalah teori yang menjelaskan bahwa suatu perilaku tertentu dapat membedakan pemimpin dan bukan pemimpin pada orang-orang.

Konsep teori X dan Y dikemukakan dlam buku The Human Side Enterprise dimana para manager atau pemimpin organisasi perusahaan meiliki dua jenis pandangan terhadap para pegawai atau karyawan yaitu teori x auat teori y. teori ini didasarkan pada asumsi-asumsi bahwa manusia secara jelas dan tegas dapat dibedakan atas manusia penganut teori X dan mana yang menganur teori Y. berikut ini merupakan penjelasan mengenai teori X dan Y.

Teori ini mengemukakan startegi kepemimpinan efektif dengan menggunakan konsep managemen partisipasi. Konsep terkenal dengan menggunakan asumsi-asumsi sifat dasar manusia. pemimpin yang menyukai teori X cenderung menyukai gaya kepemimpinan otoriter dan sebaliknya,seorang pemimpin yang menyukai teori Y lebih menyukai gaya kepemimpinan demokratik. untuk kriteria karyawan yang memiliki tipe teori X adalah karyawan dengan sifat yang tidak akan bekerja tanoa oerintah, sebaliknya karyawan yang memiliki tipe teori Y akan bekerja dengan sendirinya tanpa perintah atau oengawasan dari atasannya. Tipe Y ini adalah tioe yang sudah menyadari tugas dan tanggung jawab pekerjaannya.





Daftar pustaka

Tuesday, November 8, 2016

Job description dan Job specification 3

Job description dari Internal Audit

  • menyusun rencana kegiatan pemeriksaan cabang dan sub cabang serta memastikan rencana kerja tersebut berjalan sesuai dengan perencanaan
  • menyusun laporan hasil pemeriksaan dan melakukan konfirmasi denga pihak yang berkaitan 
  • memberikan rekomendasi perbaika-perbaikan atas hasil temuan audit
  • monitoring dan follow up komitmen perbaikan dari hasil pemerikasaan yang sudah dilakukan
Job specification dari Internal Audit
  • maksimal usia 30 tahun
  • pendidikan minimal sarjana jurusan akuntasi
  • berpengalaman sebagai internal auditor staff di perusahaan FMCG atau perusahaan manufaktur
  • Excellence in Office Application seperti excel, word dan power point
  • Self starter, detail, komunikatif dan bersedia untuk perjalanan dinas atau penugasan di luar kota
  • mengerti Jurnal Transaksi (Program AX)

Job description dan Job specification 2

Job description dari Manager Logistik

  • memimpin , mengkoordinir kesiapan seluruh alat dan kontrol
  • mengontrol ketersediaan pasokan suku cadang dan fasilitas pendukung
  • mengontrol dan mengkoordinir penyusunan program pemeliharaan alat
  • mengkoordinir penyimpanan barang dan pencatatan keluar masuknya barang di gudang
  • mensurvey harga barang dan bahan-bahan suplier
  • menjaga hubungan dengan suplier
Job specification dari Manager Logistik
  • S1 Teknik Mesin
  • Pengalaman di perusahaan konsruksi dan tambang minimal 5 tahun
  • Menguasai management logistik dan peralatan (Alat-alat berat)
  • memiliki leadership yang kuat
  • menguasai management inventory
  • memahami pemeliharaan peralatan
  • memahami prinsip-prinsip sistem managemnet keselamatan dan kesehatan kerja serta lingkungan

Job description dan Job Specification 1

Pengertian Job description dan Job Specification

  • Job description

Menurut Siswanto ( 2002:128 ) adalah rincian pekerjaan yang berisi informasi menyeluruh tentang tugas/kewajiban, tanggung jawab, dan kondisi-kondisi yang diperlukan apabila pekerjaan tersebut dikerjakan.

Menurut Kep. 49 Men/2004- Ketentuan dan Skala Upah adalah ringkasan aktivitas – aktivitas yang terpenting dari suatu jabatan, termasuk tugas dan tanggung jawab dan tingkat pelaksanaan jabatan tersebut.

Jadi, job description adalah rincian pekerjaan yang berisi tentang tanggung jawab, tugas dan tingkat pekerjaan yang harus dilakukan dalam suatu jabatan. Dalam hal ini juga menjelaskan bagaimana kondisi perkejaan yang harus dikerjakan. Ini menunjukkan apa yang harus dilakukan dalam suatu jabatana pekerjaan
  •  Job Specification

Menurut Nitisemito (1980:26) merupakan suatu informasi tentang syarat – syarat yang diperlukan bagi setiap karyawan agar dapat memangku suatu jabatan dengan baik

Menurut Kep. 49 Men/2004- Ketentuan dan Skala Upah adalah merupakan bagian dari Job description yang meliputi Pendidikan, Pelatihan/Kursus, Pengalaman Kerja, Psikologi ( bakat kerja, tempramen kerja dan minat kerja), masa kerja.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa  Job specification adalah rincian informasi mengenai syarat-syat yang meliputi pendidikan, pelatihan, pengalaman kerja dari seseorang. Syarat-syarat ini menunjukkan batas minimal kemampuan yang harus dimiliki karyawan untuk memangku suatu jabatan.

Contoh dari Job description dan Job specification dari Direksi Personalia

Ø  Job description
·         Bertanggunggung jawab mengelola dan mengembangkan SDM
·         Menjalankan fungsi HRD & GA yaitu recruitment
·         Merencanakan, mengatur, melaksanakan dan mengevaluasi HR
·         Menangani hubungan industrial
·         Mengelola payroll

Ø  Job specification
·         Usia minimal 35 tahun
·         Pendidikan minimal S1
·         Pengalaman dibidang yang sama minimal 5 tahun
      Menguasai peraturan Ketenagakerjaan & perjanjian lainnya terkait ketenagakerjaan

Wednesday, October 5, 2016

PSIKOLOGI MANAGEMEN : SUMBER DAYA MANUSIA

Nama    :  Chairunisa
NPM      :  12514316
Kelas     :  3PA13


  •          Pengertian Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia adalah potensi manusiawi yang melekat keberadaannya pada seseorang yang meliputi potensi fisik dan non – fisik . Sedangkan sumber daya manusia dalam konteks organisasi publik dipahami sebagai potensi manusiawi yang melekat keberadaannya pada seorang pegawai yang terdiri atas potensi fisik dan potensi non – fisik.

Menurut Hadari Nawawi ( 2000 ) yang dimaksud dengan sumber daya manusia meliputi 3 pengertian, yaitu :
·         Manusia yanng bekerja di  lingkungan suatu organisasi, disebut juga sebagai personel , tenaga kerja , pegawai atau karyawan
·         Potensi manusiawi sebagai penggerak organisasi dalam mewujudkan eksistensinya.
·         Potensi yang merupakan aset dan berfungsi sebagai modal ( non – financial ) di dalam organisasi bisnis yang dapat mewujudkan menjadi potensi nyata secara fisik dan non – fisik dalam mewujudkan eksistensi organisasi

Sumber daya manusia merupakan faktor dominan, karena satu – satunya sumber daya yang memiliki akal , perasaaan , keinginan , karsa , kebutuhan , pengetahuan , keterampilan , motivasi , karya dan prestasi .

SDM yang berkualitas mempunyai pengetahuan , ketrampilan, kompetensi , kewirausahaan, kesehatan fisik, jiwa yang prima, bertalenta , mempunyai etos kerja dan motivasi kerja tinggi yang dapat membuat organisasi berbeda antara sukses dan kegagalan.

Dari berbagai macam pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa SDM dapat disebut juga sebagai pegawai , tenaga kerja yang mempunyai potensi baik secara fisik maupun pikiran yang dapat membangun eksistensi dari perusahaan atau tempat dimana mereka bekerja. SDM dapat berbentuk karya ataupun jasa tenaga .


  •        Aktifitas yang dilakukan oleh SDM
·         SDM sebagai perencana, pelaku dan penentu tercapainya tujuan organisasi
·         SDM berperan dalam merencanakan, melaksanankan dan mnegendalikan organisasi yang bersangkutan
·         SDM berproduksi menghasilkan karya dan jasa yang menguntungkan perusahaan


  • .      Definisi kepemimpinan
Istilah kepemimpinan ( leadership ) adalah kata yang diambil dari kosakata yang umum dipakai dan dimasukkan ke dalam kosakata teknis bidang ilmu tertentu tanpan didefinisikan kembali secara tepat, karena itu kata ini memiliki konotasi yang tidak relavan sehingga menciptakan makna yang ambigu ( Janda, 1990 )


Berikut beberapa definisi kepemimpinan dari beberapa ahli selama 50 tahun terakhir
·         Perilaku individu tertentu yang mengarahkan aktifitas grup untuk mencapai tujuan bersama ( Hemphill & Coons , 1957, h. 7 )
·         Peningkatan pengaruh yang melebihi kepatuhan mekanis terhadap perintah rutrin organisasi ( D. Katz & Kahn , 1978 , h. 528 )
·         Kepemimpinan disadari ada dalam proses ketika satu atau lebih individu berhasil membentuk dan menentukan kehidupan orang lain ( Smircich & Morgan , 1982 , h. 258 )
·         Proses mempengaruhi aktivitas grup yang terorganisir untuk mencapai tujuan ( Rauch & Behling 1984. h. 46 )
·         Proses memberikan tujuan ( arah yang berarti ) ataas usaha kolektif dan menyebabkan adanya usaha yang dikeluarkan untuk mencapai tujuan ( Jacobs & Jaques, 1990, ,h.281 )
·         Proses untuk memahami apa yang dilakukan orang secara bersama – sama, sehingga mereka memahami dan mau melakukannya
·         Kemampuan individu tertentu untuk memengaruhi , memotivasi dan membuatorang lain bisa bekontribusi demi efektifitas dan keberhasilan organisasi ( House et, al., 1999, h. 184 )
Jadi dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan itu sifat yang dimiliki suatu individu untuk mengarahkan suatu kelompok ataupun organisasi. Dengan adanya kepemimpinan ini memudahkan suatu kelompok untuk mencapai visi dan misi mereka, karena adanya pengarahan yang bisa diikuti. Kepemimpinan juga berkaitan dengan proses seseirang dalam menekankan pengaruhnya yang kuat terhadap orang lain.


  • .      Manfaat kepemimpinan bagi SDM
Menurut saya, kepemimpinan mempunyai andil dalam pengembangan sumber daya manusia. Kepemimpinan yang baik juga disertai dengan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang menunjang sehingga  dapat membimbing sumber daya manusia di suatu perusahaan untuk mencapai visi dan tujuan.

Kepemimpinan yang baik juga dapat menjadi contoh bagi SDM untuk bersikap dan memutuskan pilihan. 

Sunday, June 19, 2016

TUGAS KESEHATAN MENTAL : ANALISIS KASUS



Nama : Chairunisa
Kelas  : 2PA13
NPM  : 12514316


  •   Contoh kasus yang ada di Indonesia

Akhirnya teka-teki kasus Marshanda yang belakangan mengundang kontroversi terjawab sudah.Ternyata, Marshanda mengaku dirinya mengidap penyakit bipolar disorder Pengakuan itu, disampaikan Chacha, saat tampil dalam sebuah bincang-bincang di acara talkshow di salah satu televisi swasta.Malam itu, dalam wawancara tersebut, Chacha terlihat sangat segar. Ia pun mengaku dirinya merasa lebih baik saat ini. Setelah berbincang-bincang, banyak fakta baru yang selama ini menjadi pertanyaan masyarakat.

Saat melakukan wawancara, Marshanda mengatakan dirinya mengidap penyakit Bipolar Disorder II."Menurut dr Richard yang selama ini menangani aku memang aku mengidap Bipolar Disorder II," ucapnya.Mendengar penyakit yang diidapnya, Chacha mengaku kaget. Padahal saat itu, dirinya belum mengetahui apa sebenarnya arti dari penyakit yang diidapnya."Aku belum tahu ya saat itu Bipolar itu apa. Tapi yang jelas saat itu aku sangat kaget sekali dan hanya bisa diam saat itu," Bipolar Disorder IIdiketahuinya saat 2009 lalu. Setelah menjalankan dua kali pemeriksaan oleh dr Richard, Chacha langsung dinyatakan memiliki penyakit tersebut dan menjalani opname.

Sementara itu, Chacha juga kembali mengunggah video youtube terkait penjemputan paksa dirinya ke RS yang diduga oleh sang mama.Dalam video berjudul the unspoken part2  itu, Chacha mengatakan siang hari sebelum penjemputan dirinya sempat dihalang-halangi keluar dari apartemennya oleh pihak kepolisian.Dia mengatakan saat itu dia berniat keluar dari apartemen dengan mobil Aphardnya.Namun, saat hendak keluar dari basement, muncul seorang pria yang mengaku dari pihak kepolisian Tebet yang menghalanginya keluar.“Saat mau keluar dari basement ada bapak-bapak ngetok kaca mobil dan bilang siapa yang ngizinin mobil ini keluar dari sini? “ ujar Chacha.

Kemudian, katanya, Chacha sempat turun dan menanyakan alasan pria tersebut menghalanginya.Dijelaskannya, jika pihak kepolisian mendapatkan laporan dari masyarakat bernama Yanto, yang menurut Chacha adalah kakak dari mamanya.Laporan tersebut, terkait penyelidikan lokasi mobil Alphard Chacha.Dengan alasan tersebut, katanya, kepolisian menghalangi nya.


  •   Analisis kasus

Bipolar disorder adalah suatu gangguan mood dimana para penderita nya mengalami pola-pola secara episodic. Seseorang yang mengidap Bipolar Disorder biasanya sering merasa euphoria berlebihan (mania) dan mengalami depresi yang sangat berat. Periode mania dan depresi ini bisa berganti dalam hitungan jam, minggu maupun bulan. Ini semua tergantung masing-masing pengidap. Mood atau keadaan emosi internal merupakan penyebab utama dari gangguan ini.

Ini cocok dengan kasus marshanda yang pertama beberapa tahun silam, dimana “ M” yang dkenal publik sebagai aktris lugu dan ceria, tiba – tiba mengunduh video bernyanyi – nyanyi ria dan ber – eupphoria berlebihan. Namun beberapa menitkemudian dia menangis menceritakan bagaimana dia diwaktu kecil yang sering dibully oleh teman – temannya.

Bipolar disorder sering dialami oleh remaja yang beranjak dewasa atau dewasa muda setidaknya setengah dari kasus dimulai sebelum umur 25 tahun.beberapa orang memiliki gejala - gejalanya bahkan sejak kanak - kanak, sementara beberapa orang sisanya mengalami gejala - gejalanya lebih lama.

Untuk aktris “ M “ gejalanya sudah timbul sejak usia 20 tahun, namun ini dikarenakan trauma yang sudah dia dapatkan dan dia sembunyikan dari dia di bangku SD. Kemudian kejadian video kedua beberapa tahun kemudian yaitu pada tahun 2014, disini terlihat bahwa dia masih mengalami gejala yang cukup lama

Menurut DSM, ada empat tipe-tipe dasar dari penyakit bipolar:
·         Penyakit Bipolar I terutama ditentukan oleh episode-episode manic atau campuran yang berlangsung paling sedikit tujuh hari, atau oleh gejala-gejala manic yang begitu parah sehingga orang itu perlu segera perawatan rumah sakit. Biasanya, orang itu juga mempunyai episode-episode depresi, secara khas berlangsung paling sedikit dua minggu. Gejala-gejala dari mania atau depresi harus menjadi perubahan utama dari kelakuan normal seseorang
·         Penyakit Bipolar II Hypomanic , ditentukan oleh pola dari episode-episode depresi namun bukan sepenuhnya episode-episode manic atau campuran.
·         Bipolar Disorder Not Otherwise Specified (BP-NOS) didiagnosa ketika seseorang mempunyai gejala-gejala dari penyakit yang tidak memenuhi kriteria diagnostik untuk salah satu dari bipolar I atau II. Gejala-gejala mungkin tidak berlangsung cukup lama, atau orang itu mungkin mempunyai terlalu sedikit gejala-gejala, untuk didiagnosa dengan bipolar I atau II. Bagaimanapun, gejala-gejala adalah dengan jelas keluar dari batasan kelakuan normal seseorang.
·         Penyakit Cyclothymic, atau Cyclothymia, adalah bentuk ringan dari penyakit bipolar. Orang-orang yang mempunyai cyclothymia mempunyai episode-episode dari hypomania dengan depresi ringan untuk paling sedikit dua tahun. Bagaimanapun, gejala-gejala tidak memenuhi kebutuhan-kebutuhan diagnostik untuk tipe lain apa saja dari penyakit bipolar.
Tidak heran ketika kita menyaksikan berbagai macam ekspresi yang ditunjukan oleh Marshanda, karena itu merupakan refleksi dari pola-pola episodic depresi yang dialami oleh Marshanda. Ketika masa-masa sulit pada episode ini terlewati, penderita akan kembali ke kehidupan normalnya. Para penderita Bipolar seperti Marshanda tidak hanya membutuhkan obat-obatan dan pengobatan intensif, namun juga dukungan moral dari keluarga.



  • Pemikiran dan Pemahaman terkait dengan kesadaran akan Kesehatan Mental pada masyarakat Indonesia


Negara indonesia  terdiri dari berbagai macam SARA, yang dihuni oleh jutaan manusia dan tersebar di seluruh pulau pertiwi. Dikelilingi oleh berbagai macam SDA yang subur dan makmur. Diwarnai dengan 2 musim yang semakin memperkaya SDA yang ada.

Namun tidak menutupi berbagai msalah yang ada di Indonesia, baik itu masalah politik , ekonomi, sosial maupun budaya. Masyarakat cenderung hanya memikirkan berbagai masalah tersebut namun melupakan masalah yang ada pada jiwa dan mental mereka sendiri.

Indonesia masih negara yang buta akan pentingnya kesadaran akan kesehatan mental. Memang,kesehatan mental tidak seperti penyakit lain yang bisa dinilai dan dilihat dari luarnya saja. Tapi justru karena inilah kesehatan mental lebih memprihatinkan. Kenapa?
Karena untuk mengetahui jenis kesehatan mental itu sendiri harus memakan waktu yang lama , apalagi untuk pengobatannya. Masyarakat yang sudah didiagnosis mengidap penyait mental tidak akan bisa 100% menjadi nornal lagi.

Untuk memperkaya Indonesia dibutuhkan SDM yang baik dan berkualitas, tapi justru SDM nya sendri tidak diperhatikan dan ditelantarkan begitu saja. Banyak masyarakat yang mengidap penyakit mental karena kerasnya persaingan yang ada.

Dalam segi pengobatan pun, sebagian masyarakat lebih suka mengurung sanak keluarga mereka yang sakit di gudang dan memberi rantai agar tidak keluar rumah, daripada membawa nya ke rumah sakit karena malu ataupun karena faktor ekonomi. Berbeda dengan negara maju, disana pasien mental diperlakukan seperti manusia lainnya, diberikan asrama dan dibimbing oleh perawat yang sudah mahir sampai kelak si pasien sudah cukup mampu untuk dilepaskan ke dunia luar.


  •   Saran

Sebaiknya pemerintah ataupun bagian klinis jiwa profesional lebih baik melakukan sosialisasi tentang kesehatan mental di daerah – daerah terpencil. Kemudian memaksimalkan pengobatan yang ada , tidak hanya terikat dengan kondisi ekonomi yang meyebabkan si pasien harus berhenti di tengah jalan.

Faktor keluarga pun harus memotivasi bukan menyembunyikan sanak keluarga nya, karena itu hanya akan memperburuk keadaan si pasien yang ada. Ingat , pasien mental juga merupakan manusia, dan itu bukan keinginan mereka untuk dilahiran dengan kondisi seperti itu.

Kesehatan mental yang baik akan menciptakan SDM yang sehat dan berkualitas.

Friday, April 8, 2016

Kesehatan Mental : FOBIA

TUGAS SOFTSKILL KESEHATAN MENTAL

Nama : Chairunisa
Npm : 12514316
Kelas : 2PA13





A.      PENGERTIAN FOBIA

Istilah Fobia berasal dari kata Latin yakni phobi, yang berarti ketakutan atau kecemasan yang bersifat tidak rasional yang dirasakan seseorang. Fobia merupakan bentuk ketakutan yang secara berlebihan, tidak beralasan dan tidak nyata yang mana sebenarnya ketakutan tersebut tidak membahayakan. Fobia bisanya terjadi akibat adanya faktor biologis dalam tubuh, sepertinya meningkatnya aliran darah dalam metabolisme dalam otak. Namun, biasanya fobia lebih banyak mengarah pada pengaruh psikologis, terutama yang berkaitan dengan pengalaman traumatis. Memang sekilas fobia oada anak tidak begitu mengkhawatirkan, namun jika fobia muncul secara intens, maka hal ini kan menjadi problematik bagi anak, bahkan jika fobia dibiarkan bukan tidak mungkin akan menjadi masalah besar bagi anak dalam menghadapi kehidupan nyata.

B.      JENIS – JENIS FOBIA

·         Fobia sederhana atau spesifik , yakni jenis fobia yang berkaitan dengan objek – objek atau situasi tertentu, misalnya fobia pada binatang , tempat tertutup atau ketinggian. Ciri utama dari fobia ini adalah masih dapat menyesuaikan diri dengan baik , namun saat berhadapan pada stimulus fobia dia akan memberikan respon kecemasan, panik, sulit bernapas dan jantung berdebar – debar.
·         Fobia sosial, yakni bentuk fobia yang berkaitan dengan keberadaan seseorang dalam kehidupan sosial atau rasa ketakutan yang luar biasa terhadap penilaian diri yang dianggap memalukan diri atau malu terhadp keberadaannya dihadapan orang lain. Penderita fobia menjadi takut apablia menjadi perhatian orang lain yang menyebabkan dirinya menghindari tempat keramaian. Kondisi fobia sosial sering disertai dengan tremor tangan, wajah kemerahan, suara bergetar, dan takut berbicara atau makan di depan publik.
·         Fobia kompleks, yakni bentuk fobia pda tempat atau situasi terbuka, takut pada lingkungan yang baru dikenal, bahkan pada kasus – kasus tertentu , penderita fobia sangat takut bepergian keluar rumah. Penderita fobia kerap kali terserang panik, seperti merasa tidak berdaya atau tidak aman. Pada anak – anak jenis fobia ini terlihat jelas dengan ketakutan berpisah atau ditinggalkan ibunya.

C.      OBJEK – OBJEK FOBIA

·         Takut ular (ophidiophobia )
·         Takut laba – laba ( arachnophobia )
·         Takut ruang tertutup ( claustrophobia )
·         Takut pada orang lain (xenophobia )
·         Takut ketinggian (altophobia )
·         Takut kilat dan halilintar ( brontophobia )
·         Takut terbang ( pteromerhanophobia )
·         Takut anjing ( chynophobia )
·         Takut dokter gigi (dentophobia )

D.      FAKTOR – FAKTOR PENYEBAB FOBIA

Fobia disebabkan berbagai faktor, namun yang umum diakibatkan pernah mengalami rasa ketakutan yang hebat atau pengalaman pribadi yang disertai perasaan malu atau bersalah yang mana semua ditekan ke alam bawah sadar. Sementara yang bersember dari faktor biologis yakni berkaitan dengan metabolisme otak dan aliran darah.

Adapun faktor – faktor yang menebabkan fobia adalah penglaman atau kejadian traumatis pada masa kecil, kcemasan yang bersifat nervosa, perubahan – perubahan pada lingkungan seperti mobilitas sosial, dinamika globalisasi, hedonisme dan modernisasi, tingkat penyelesaian tugas perkembangan dan tipe kepribadian individual.

E.       CARA PENANGANAN FOBIA

·         Metode hypnosis, menghilangkan fobia dengan cara menemukan hambatan – hambatan mental dan menyelesaikannya dengan mengkondisikan gelombang alfa atau teta. Dengan mengetahui akar masalahnya, penderita akan diberikan beberapa sugesti yang aman dan alami guna mengurangi kekuatannya

·         Desensitiasi sitematik, yaitu usaha untuk mnegurangi fobia dengan cara pembentukan dan perubahan terhadap objek –objek ketakutannya sacara bertahap, terpeutik dan sistematik. Klien didorong untuk melepaskan konsep ketakutanyadengan membayangkan bahwa stimulus ketakutannya bukan hal yang menakutkan tetapi membahagiakan.

·         Abreaksi, yaitu usaha mengurangi fobia dengan cara memajang atau membanjari klien dengan berbagai stimulus fobia yang berlebihan untuk mengurangi respon fobia. Diawali dengan memberikan gambar – gambar mengenai objek ketakutannya apabila sudah terbiasa dengan film yang kemudian baru didekatkan dengan objek secara langsung.

·         Metode inhibisi timbal balik,  yaitu metode menghilangkan fobia dengan menyajikan dua kondisi atau stimulus – stimulus yang menakutkan secara simultan dan bersamaan, yakni dengan penyajian kondisi yang menimbulkan ketakutan dan situasi lain yang tidak berkenaan dengan respon ketakutannya.

F.       TERAPI PADA FOBIA

·         Terapi individu,  adalah bekerja sama dengan klien untuk mengidentifikasi sumber ansietas nyata yang telah digantikannya menjadi fobia, mengajari klien untuk mengatasi konflik – konflik emosional dan kecemasan yag tidak disadarinya. 

·         Terapi keluarga,  bekerja sama dengan keluarga dalam mengidentifikasi stresor yang meningkatkan ansietas, mengenali gejala – gejala awal ansietas, mengajari keluarga agar melaksanakan intervensi yang tepat dan aman bila ansietas klien meningkat.

·         Terapi obat – obatan,  obat yang bisa digunakan untuk fobia berupa benzodiazepin (obat anti – ansietas) ,beta bloker (untuk mengurangi takirdia,diafrosism,dan tremor) , antidepresan trisilkik ( untuk mengurangi depresi), alprazolam ( untuk mengurangi fobia sosial )
  
sumber Pieter, Herry Zan. dkk.(2011). Pengantar Psikopatologi untuk Keperawatan. Jakarta: Kencana