WHAT EVER YOU DECIDE TO DO,MAKE SURE IT MAKES YOU HAPPY

Friday, April 8, 2016

Kesehatan Mental : FOBIA

TUGAS SOFTSKILL KESEHATAN MENTAL

Nama : Chairunisa
Npm : 12514316
Kelas : 2PA13





A.      PENGERTIAN FOBIA

Istilah Fobia berasal dari kata Latin yakni phobi, yang berarti ketakutan atau kecemasan yang bersifat tidak rasional yang dirasakan seseorang. Fobia merupakan bentuk ketakutan yang secara berlebihan, tidak beralasan dan tidak nyata yang mana sebenarnya ketakutan tersebut tidak membahayakan. Fobia bisanya terjadi akibat adanya faktor biologis dalam tubuh, sepertinya meningkatnya aliran darah dalam metabolisme dalam otak. Namun, biasanya fobia lebih banyak mengarah pada pengaruh psikologis, terutama yang berkaitan dengan pengalaman traumatis. Memang sekilas fobia oada anak tidak begitu mengkhawatirkan, namun jika fobia muncul secara intens, maka hal ini kan menjadi problematik bagi anak, bahkan jika fobia dibiarkan bukan tidak mungkin akan menjadi masalah besar bagi anak dalam menghadapi kehidupan nyata.

B.      JENIS – JENIS FOBIA

·         Fobia sederhana atau spesifik , yakni jenis fobia yang berkaitan dengan objek – objek atau situasi tertentu, misalnya fobia pada binatang , tempat tertutup atau ketinggian. Ciri utama dari fobia ini adalah masih dapat menyesuaikan diri dengan baik , namun saat berhadapan pada stimulus fobia dia akan memberikan respon kecemasan, panik, sulit bernapas dan jantung berdebar – debar.
·         Fobia sosial, yakni bentuk fobia yang berkaitan dengan keberadaan seseorang dalam kehidupan sosial atau rasa ketakutan yang luar biasa terhadap penilaian diri yang dianggap memalukan diri atau malu terhadp keberadaannya dihadapan orang lain. Penderita fobia menjadi takut apablia menjadi perhatian orang lain yang menyebabkan dirinya menghindari tempat keramaian. Kondisi fobia sosial sering disertai dengan tremor tangan, wajah kemerahan, suara bergetar, dan takut berbicara atau makan di depan publik.
·         Fobia kompleks, yakni bentuk fobia pda tempat atau situasi terbuka, takut pada lingkungan yang baru dikenal, bahkan pada kasus – kasus tertentu , penderita fobia sangat takut bepergian keluar rumah. Penderita fobia kerap kali terserang panik, seperti merasa tidak berdaya atau tidak aman. Pada anak – anak jenis fobia ini terlihat jelas dengan ketakutan berpisah atau ditinggalkan ibunya.

C.      OBJEK – OBJEK FOBIA

·         Takut ular (ophidiophobia )
·         Takut laba – laba ( arachnophobia )
·         Takut ruang tertutup ( claustrophobia )
·         Takut pada orang lain (xenophobia )
·         Takut ketinggian (altophobia )
·         Takut kilat dan halilintar ( brontophobia )
·         Takut terbang ( pteromerhanophobia )
·         Takut anjing ( chynophobia )
·         Takut dokter gigi (dentophobia )

D.      FAKTOR – FAKTOR PENYEBAB FOBIA

Fobia disebabkan berbagai faktor, namun yang umum diakibatkan pernah mengalami rasa ketakutan yang hebat atau pengalaman pribadi yang disertai perasaan malu atau bersalah yang mana semua ditekan ke alam bawah sadar. Sementara yang bersember dari faktor biologis yakni berkaitan dengan metabolisme otak dan aliran darah.

Adapun faktor – faktor yang menebabkan fobia adalah penglaman atau kejadian traumatis pada masa kecil, kcemasan yang bersifat nervosa, perubahan – perubahan pada lingkungan seperti mobilitas sosial, dinamika globalisasi, hedonisme dan modernisasi, tingkat penyelesaian tugas perkembangan dan tipe kepribadian individual.

E.       CARA PENANGANAN FOBIA

·         Metode hypnosis, menghilangkan fobia dengan cara menemukan hambatan – hambatan mental dan menyelesaikannya dengan mengkondisikan gelombang alfa atau teta. Dengan mengetahui akar masalahnya, penderita akan diberikan beberapa sugesti yang aman dan alami guna mengurangi kekuatannya

·         Desensitiasi sitematik, yaitu usaha untuk mnegurangi fobia dengan cara pembentukan dan perubahan terhadap objek –objek ketakutannya sacara bertahap, terpeutik dan sistematik. Klien didorong untuk melepaskan konsep ketakutanyadengan membayangkan bahwa stimulus ketakutannya bukan hal yang menakutkan tetapi membahagiakan.

·         Abreaksi, yaitu usaha mengurangi fobia dengan cara memajang atau membanjari klien dengan berbagai stimulus fobia yang berlebihan untuk mengurangi respon fobia. Diawali dengan memberikan gambar – gambar mengenai objek ketakutannya apabila sudah terbiasa dengan film yang kemudian baru didekatkan dengan objek secara langsung.

·         Metode inhibisi timbal balik,  yaitu metode menghilangkan fobia dengan menyajikan dua kondisi atau stimulus – stimulus yang menakutkan secara simultan dan bersamaan, yakni dengan penyajian kondisi yang menimbulkan ketakutan dan situasi lain yang tidak berkenaan dengan respon ketakutannya.

F.       TERAPI PADA FOBIA

·         Terapi individu,  adalah bekerja sama dengan klien untuk mengidentifikasi sumber ansietas nyata yang telah digantikannya menjadi fobia, mengajari klien untuk mengatasi konflik – konflik emosional dan kecemasan yag tidak disadarinya. 

·         Terapi keluarga,  bekerja sama dengan keluarga dalam mengidentifikasi stresor yang meningkatkan ansietas, mengenali gejala – gejala awal ansietas, mengajari keluarga agar melaksanakan intervensi yang tepat dan aman bila ansietas klien meningkat.

·         Terapi obat – obatan,  obat yang bisa digunakan untuk fobia berupa benzodiazepin (obat anti – ansietas) ,beta bloker (untuk mengurangi takirdia,diafrosism,dan tremor) , antidepresan trisilkik ( untuk mengurangi depresi), alprazolam ( untuk mengurangi fobia sosial )
  
sumber Pieter, Herry Zan. dkk.(2011). Pengantar Psikopatologi untuk Keperawatan. Jakarta: Kencana

 

No comments:

Post a Comment