Nama : Chairunisa
Npm : 12514316
Kelas : 2PA13
A. PENGERTIAN
FOBIA
Istilah Fobia
berasal dari kata Latin yakni phobi, yang
berarti ketakutan atau kecemasan yang bersifat tidak rasional yang dirasakan
seseorang. Fobia merupakan bentuk ketakutan yang secara berlebihan, tidak
beralasan dan tidak nyata yang mana sebenarnya ketakutan tersebut tidak
membahayakan. Fobia bisanya terjadi akibat adanya faktor biologis dalam tubuh,
sepertinya meningkatnya aliran darah dalam metabolisme dalam otak. Namun,
biasanya fobia lebih banyak mengarah pada pengaruh psikologis, terutama yang
berkaitan dengan pengalaman traumatis. Memang sekilas fobia oada anak tidak
begitu mengkhawatirkan, namun jika fobia muncul secara intens, maka hal ini kan
menjadi problematik bagi anak, bahkan jika fobia dibiarkan bukan tidak mungkin
akan menjadi masalah besar bagi anak dalam menghadapi kehidupan nyata.
B. JENIS
– JENIS FOBIA
·
Fobia sederhana
atau spesifik , yakni jenis fobia yang berkaitan dengan objek – objek atau
situasi tertentu, misalnya fobia pada binatang , tempat tertutup atau
ketinggian. Ciri utama dari fobia ini adalah masih dapat menyesuaikan diri
dengan baik , namun saat berhadapan pada stimulus fobia dia akan memberikan
respon kecemasan, panik, sulit bernapas dan jantung berdebar – debar.
·
Fobia
sosial, yakni bentuk fobia yang berkaitan dengan keberadaan seseorang dalam
kehidupan sosial atau rasa ketakutan yang luar biasa terhadap penilaian diri
yang dianggap memalukan diri atau malu terhadp keberadaannya dihadapan orang
lain. Penderita fobia menjadi takut apablia menjadi perhatian orang lain yang
menyebabkan dirinya menghindari tempat keramaian. Kondisi fobia sosial sering
disertai dengan tremor tangan, wajah kemerahan, suara bergetar, dan takut
berbicara atau makan di depan publik.
·
Fobia kompleks,
yakni bentuk fobia pda tempat atau situasi terbuka, takut pada lingkungan
yang baru dikenal, bahkan pada kasus – kasus tertentu , penderita fobia sangat
takut bepergian keluar rumah. Penderita fobia kerap kali terserang panik,
seperti merasa tidak berdaya atau tidak aman. Pada anak – anak jenis fobia ini
terlihat jelas dengan ketakutan berpisah atau ditinggalkan ibunya.
C. OBJEK
– OBJEK FOBIA
·
Takut ular (ophidiophobia
)
·
Takut laba – laba ( arachnophobia )
·
Takut ruang tertutup ( claustrophobia )
·
Takut pada orang lain (xenophobia )
·
Takut ketinggian (altophobia )
·
Takut kilat dan halilintar ( brontophobia )
·
Takut terbang ( pteromerhanophobia )
·
Takut anjing (
chynophobia )
·
Takut dokter gigi (dentophobia )
D. FAKTOR
– FAKTOR PENYEBAB FOBIA
Fobia disebabkan
berbagai faktor, namun yang umum diakibatkan pernah mengalami rasa ketakutan
yang hebat atau pengalaman pribadi yang disertai perasaan malu atau bersalah
yang mana semua ditekan ke alam bawah sadar. Sementara yang bersember dari
faktor biologis yakni berkaitan dengan metabolisme otak dan aliran darah.
Adapun faktor –
faktor yang menebabkan fobia adalah penglaman atau kejadian traumatis pada masa
kecil, kcemasan yang bersifat nervosa, perubahan – perubahan pada lingkungan seperti
mobilitas sosial, dinamika globalisasi, hedonisme dan modernisasi, tingkat
penyelesaian tugas perkembangan dan tipe kepribadian individual.
E. CARA
PENANGANAN FOBIA
·
Metode hypnosis, menghilangkan fobia dengan
cara menemukan hambatan – hambatan mental dan menyelesaikannya dengan
mengkondisikan gelombang alfa atau teta. Dengan mengetahui akar masalahnya,
penderita akan diberikan beberapa sugesti yang aman dan alami guna mengurangi
kekuatannya
·
Desensitiasi
sitematik, yaitu usaha untuk mnegurangi fobia dengan cara pembentukan dan
perubahan terhadap objek –objek ketakutannya sacara bertahap, terpeutik dan
sistematik. Klien didorong untuk melepaskan konsep ketakutanyadengan
membayangkan bahwa stimulus ketakutannya bukan hal yang menakutkan tetapi
membahagiakan.
·
Abreaksi,
yaitu usaha mengurangi fobia dengan cara memajang atau membanjari klien
dengan berbagai stimulus fobia yang berlebihan untuk mengurangi respon fobia. Diawali
dengan memberikan gambar – gambar mengenai objek ketakutannya apabila sudah
terbiasa dengan film yang kemudian baru didekatkan dengan objek secara
langsung.
·
Metode inhibisi
timbal balik, yaitu metode
menghilangkan fobia dengan menyajikan dua kondisi atau stimulus – stimulus yang
menakutkan secara simultan dan bersamaan, yakni dengan penyajian kondisi yang
menimbulkan ketakutan dan situasi lain yang tidak berkenaan dengan respon
ketakutannya.
F. TERAPI
PADA FOBIA
·
Terapi
individu, adalah bekerja sama dengan
klien untuk mengidentifikasi sumber ansietas nyata yang telah digantikannya
menjadi fobia, mengajari klien untuk mengatasi konflik – konflik emosional dan
kecemasan yag tidak disadarinya.
·
Terapi keluarga,
bekerja sama dengan keluarga dalam
mengidentifikasi stresor yang meningkatkan ansietas, mengenali gejala – gejala awal
ansietas, mengajari keluarga agar melaksanakan intervensi yang tepat dan aman
bila ansietas klien meningkat.
·
Terapi obat
– obatan, obat yang bisa digunakan
untuk fobia berupa benzodiazepin (obat
anti – ansietas) ,beta bloker (untuk
mengurangi takirdia,diafrosism,dan tremor)
, antidepresan trisilkik ( untuk
mengurangi depresi), alprazolam (
untuk mengurangi fobia sosial )
sumber Pieter, Herry Zan.
dkk.(2011). Pengantar Psikopatologi untuk Keperawatan. Jakarta: Kencana
No comments:
Post a Comment