PENGERTIAN KEPEMIMPINAN
DuBrin (2005:3) mengemukakan bahwa kepemimpinan itu adalah
upaya mempengaruhi banyak orang melalui komunikasi untuk mencapai tujuan, cara
mempengaruhi orang dengan petunjuk atau perintah, tindakan yang menyebabkan
orang lain bertindak atau merespons dan menimbulkan perubahan positif, kekuatan
dinamis penting yang memotivasi dan mengkoordinasikan organisasi dalam rangka
mencapai tujuan, kemampuan untuk menciptakan rasa percaya diri dan dukungan
diantara bawahan agar tujuan organisasional dapat tercapai.
Siagian (2002:62) mengemukakan bahwa kepemimpinan adalah
kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain (para bawahannya) sedemikian
rupa sehingga orang lain itu mau melakukan kehendak pemimpin meskipun secara
pribadi hal itu mungkin tidak disenanginya. Nimran (2004:64) mengemukakan bahwa
kepemimpinan atau leadership adalah merupakan suatu proses mempengaruhi
perilaku orang lain agar berperilaku seperti yang akan dikehendaki. Robbins
(1996:39) mengemukakan bahwa kepemimpinan adalah sebagai kemampuan untuk
memepengaruhi suatu kelompok kearah tercapainya tujuan
Mintzberg dalam Luthans (2002) dan Sutiadi (2003:4)
mengemukakan bahwa peran kepemimpinan dalam organisasi adalah sebagai pengatur
visi, motivator, penganalis, dan penguasaan pekerjaan. Yasin (2001:6)
mengemukakan bahwa keberhasilan kegiatan usaha pengembangan organisasi,
sebagian besar ditentukan oleh kualitas kepemimpinan atau pengelolanya dan
komitmen pimpinan puncak organisasi untuk investasi energi yang diperlukan maupun
usaha-usaha pribadi pimpinan
Anoraga et al. (1995) dalam Tika (2006:64) mengemukakan
bahwa ada sembilan peranan kepemimpinan seorang dalam organisasi yaitu pemimpin
sebagai perencana, pemimpin sebagai pembuat kebijakan, pemimpin sebagai ahli,
pemimpin sebagai pelaksana, pemimpin sebagai pengendali, pemimpin sebagai
pemberi hadiah atau hukuman, pemimpin sebagai teladan dan lambang atau simbol,
pemimpin sebagai tempat menimpakan segala kesalahan, dan pemimpin sebagai
pengganti peran anggota lain.
Berdasarkan pengertian dari beberapa tokoh diatas, dapat
disimpulkan bahwa kepempinan merupakan suatu kemampuan yang mampu mengarahkan,
memotivasi dan mengkoordinasikan seseorang ataupun kelompok untuk mencapai
tujuan organisasi. Kualitas kepemimpinan berpengaruh besar terhadap kemajuan
organisasi, tergantung kepada bagaimana cara dia mengarahkan dan menyatukan
pendapat bawahannya.
JENIS-JENIS KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan menurut Mifta Thoha (2010:49) dapat dilihat
berdasarkan gaya yang digunakan oleh pemimpin dalam bersikap dan bertindak.
Gaya kepemimpinan merupakan norma perilaku yang digunakan oleh seseirang pada
saat orang tersebut mencoba mempengaruhi perilaku orang lain untuk berperilaku
sesuai dengan keinginan sang pemimpin. Adapun penjelasan dari masing-masing
gaya kepemimpinan adalah sebagai berikut:
- Charismatic Leadership
Max Weber (dalam Yuki, 2010:261)
menggambarkan sebagai sebuah bentuk kepemimpinan yang dibangun berdasarkan
tradisi atau otoritas formal melainkan pada persepsi follower bahwa leader
memiliki kualitas tertentu, kualitas yang dimaksud dapat nerupa kekuatan
luarbiasa pada visinya, kepercayaan diri yang tinggi dan memiliki ekspektasi
yang tinggi kepada para pengikutnya. Karisma seorang pemimpin akan muncul
apabila terjadi suatu krisi sosial.
- Transforming/transformational Leadership
Teori gagasan dari McGregor Burns yang
menyatakan bahwa transformational Leadership merupakan kepemimpinan yang
menarik kepada nilai-nilai moral pegikutnya dalam upaya untuk meningkatkan
kesadarajn mengenai isu-isu etik untuk memobilisasi energi serta sumber daya
sehingga dapat digunakan untuk mereformasi institusi
- Transactional Leadership
Merupakan kepemimpinan yang memotivasi
pengikitnya dengan menarik self-interest serta melibatkan proses
pertukaran atau transaksi antara pemimpin dan pengikut. Terjadi ketika pemimpin
dan pengikutnya berada di hubungan pertukaran untuk mempertemukan kebutuhan
masing-masing, pertukarannya daat berupa ekonomi, politik, psikologi
TEORI X dan Y dari Douglas McGregor
Teori X dan Y adalah teori motivasi manusia diciptakan dan dikembangkan oleh Douglas McGregor di Sloan Scholl of Management MIT pada tahun 1960 yang telah digunakan dalam managemen sumber daya manusai, perilaku organisasi, komunjikasi organisasi dan pengembangan organisasi.
Teori perilaku adalah teori yang menjelaskan bahwa suatu perilaku tertentu dapat membedakan pemimpin dan bukan pemimpin pada orang-orang.
Konsep teori X dan Y dikemukakan dlam buku The Human Side Enterprise dimana para manager atau pemimpin organisasi perusahaan meiliki dua jenis pandangan terhadap para pegawai atau karyawan yaitu teori x auat teori y. teori ini didasarkan pada asumsi-asumsi bahwa manusia secara jelas dan tegas dapat dibedakan atas manusia penganut teori X dan mana yang menganur teori Y. berikut ini merupakan penjelasan mengenai teori X dan Y.
Teori ini mengemukakan startegi kepemimpinan efektif dengan menggunakan konsep managemen partisipasi. Konsep terkenal dengan menggunakan asumsi-asumsi sifat dasar manusia. pemimpin yang menyukai teori X cenderung menyukai gaya kepemimpinan otoriter dan sebaliknya,seorang pemimpin yang menyukai teori Y lebih menyukai gaya kepemimpinan demokratik. untuk kriteria karyawan yang memiliki tipe teori X adalah karyawan dengan sifat yang tidak akan bekerja tanoa oerintah, sebaliknya karyawan yang memiliki tipe teori Y akan bekerja dengan sendirinya tanpa perintah atau oengawasan dari atasannya. Tipe Y ini adalah tioe yang sudah menyadari tugas dan tanggung jawab pekerjaannya.
TEORI X dan Y dari Douglas McGregor
Teori X dan Y adalah teori motivasi manusia diciptakan dan dikembangkan oleh Douglas McGregor di Sloan Scholl of Management MIT pada tahun 1960 yang telah digunakan dalam managemen sumber daya manusai, perilaku organisasi, komunjikasi organisasi dan pengembangan organisasi.
Teori perilaku adalah teori yang menjelaskan bahwa suatu perilaku tertentu dapat membedakan pemimpin dan bukan pemimpin pada orang-orang.
Konsep teori X dan Y dikemukakan dlam buku The Human Side Enterprise dimana para manager atau pemimpin organisasi perusahaan meiliki dua jenis pandangan terhadap para pegawai atau karyawan yaitu teori x auat teori y. teori ini didasarkan pada asumsi-asumsi bahwa manusia secara jelas dan tegas dapat dibedakan atas manusia penganut teori X dan mana yang menganur teori Y. berikut ini merupakan penjelasan mengenai teori X dan Y.
Teori ini mengemukakan startegi kepemimpinan efektif dengan menggunakan konsep managemen partisipasi. Konsep terkenal dengan menggunakan asumsi-asumsi sifat dasar manusia. pemimpin yang menyukai teori X cenderung menyukai gaya kepemimpinan otoriter dan sebaliknya,seorang pemimpin yang menyukai teori Y lebih menyukai gaya kepemimpinan demokratik. untuk kriteria karyawan yang memiliki tipe teori X adalah karyawan dengan sifat yang tidak akan bekerja tanoa oerintah, sebaliknya karyawan yang memiliki tipe teori Y akan bekerja dengan sendirinya tanpa perintah atau oengawasan dari atasannya. Tipe Y ini adalah tioe yang sudah menyadari tugas dan tanggung jawab pekerjaannya.
Daftar pustaka
No comments:
Post a Comment